Posted by admin | Under hukum dan kriminal
2:14 PM 18 July 2009




Ni Komang Erviani
Paska serangan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta pada
Jumat (17/7) pagi, pengamanan kawasan-kawasan wisata di Bali
diperketat dengan melibatkan kelompok pengamanan swakarsa yang ada di
tingkat desa adat atau biasa disebut pecalang. “Kami akan memobilisir
seluruh kekuatan pengamanan swakarsa di wilayah Kabupaten Badung dan
Kota Denpasar untuk mengantisipasi adanya serangan teror ke wilayah
ini,” tegas Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Denpasar AKBP I
Gede Alit Widana usai rapat koordinasi pengamanan di Mapoltabes
Denpasar Sabtu (18/7).
Pelibatan kelompok pengamanan swakarsa dilakukan untuk mengantisipasi
ancaman teror. “Denpasar dan Badung termasuk kota internasional yang
banyak dihuni wisatawan asung. Kelompok pengamanan swakarsa akan
membantu pengamanan kawasan-kawasan strategis seperti restoran, hotel,
perkantoran, dan lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi yang digelar secara mendadak itu, hadir Bupati
Badung Anak Agung Gde Agung, jajaran muspida Badung dan Denpasar,
serta para camat seBadung dan Denpasar.
Posted by admin | Under hukum dan kriminal
2:00 PM 18 July 2009
Ni Komang Erviani , The Jakarta Post , Denpasar, Bali | Sat, 07/18/2009 2:27 PM | National
In the wake of the hotel bombings in Jakarta on Friday, Denpasar police will ask local communities to help secure tourist areas across the Bali capital city and its neighboring regions.
“We will mobilize civilian forces in Badung and Denpasar to help us anticipate possible terror attacks on the city,” Denpasar police chief Adj. Sr. Comr. I Gede Alit Widana said after a meeting at the Bali police headquarters on Saturday.
Widana said the civilian guards, better known as pecalang, would help the police secure strategic locations such as restaurants, hotels, office buildings and housing complexes.
“Badung and Denpasar are considered international cities, due to the presence of tourists from all over the world there,” Widana said.
Badung is home to Kuta, the island’s most prominent tourist resort, which came under terror attacks twice in 2002 and 2005.
Posted by admin | Under pariwisata
1:23 PM 18 July 2009

Ni Komang Erviani
Guna mengantisipasi serangan bom seperti yang terjadi di Jakarta Jumat
(17/7), Pemerintah Kabupaten Badung berencana memasang puluhan CCTV
(closed circuit television) di kawasan wisata Kuta. “Kami akan segera
memasang sebanyak 35 CCTV di kawasan Kuta. Proses pemasangannya
dimotori oleh Mabes Polri,” jelas Bupati Badung Anak Agung Gde Agung
usai menghikuti Rapat Koordinasi Pengamanan di Mapoltabes Denpasar
Sabtu (18/7).
Selain kawasan wisata Kuta, pemasangan CCTV juga akan dilakukan di
kawasan Kuta Selatan sebanyak 23 unit dan Kuta Utara sebanyak 3 unit.
“Langkah pengamanan sudah kami lakukan secara berkesinambungan. Tapi
pengamanannya tentu akan kami tingkatkan dengan peristiwa bom di
Jakarta,” tegasnya pria berkumis itu.
Posted by admin | Under hukum dan kriminal
1:00 PM 18 July 2009
Ni Komang Erviani , The Jakarta Post , Denpasar, Bali | Sat, 07/18/2009 2:50 PM | National
Badung regency administration has planned to install 35 CCTVs across Kuta tourist resort in the face of possible terror attacks.
Regent Anak Agung Gde Agung said Saturday the initiative came from the National Police in response to twin hotel bombings in Jakarta on Friday, which killed at least eight people and injured over 50 others.
“We will immediately install the CCTVs,” Agung said after a meeting at the Denpasar police office.
CCTV will also be installed in 23 spots across South Kuta and three across North Kuta, the regent said.
“Security measures have been in place so far, but we will step them up following the Jakarta bombings,” he said.
Bomb attacks ripped through Kuta in 2002 and 2005, killing over 200 people, mostly foreign tourists.
Posted by admin | Under pariwisata
12:27 PM 18 July 2009
Ni Komang Erviani
Peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta pada Jumat
(17/7) belum berpengaruh pada tingkat hunian hotel di Bali. Hingga
Sabtu (18/7), tingkat hunian hotel masih tetap tinggi. “Tingkat hunian
hotel masih berada di kisaran 70-80 persen. Belum ada cancellation
seperti yang dikhawatirkan,” jelas Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus
Ngurah Wijaya ditemui di kantornya Sabtu (18/7).
Menurut Ngurah Wijaya, terror bom di Jakarta tidak membuat wisatawan
ketakutan berlibur di Bali. Travel warning dari Australia juga
dikatakan tidak mempengaruhi minat wisatawan asal negara kangguru itu
tetap ke Bali. “Sejak dulu Australia mengeluarkan travel warning ke
Indonesia. Tapi ternyata masyarakatnya tetap berwisata ke Bali,” jelas
pria pemilik usaha hotel di kawasan Sanur itu.
Ngurah Wijaya berharap pemerintah bertindak cepat agar tidak terjadi
lagi terror bom seperti yang terjadi di Jakarta. “Untuk pengamanan
kami serahkan sepenuhnya pada yang berwajib. Kami harap ada langkah
tegas agar aksi-aksi terorisme seperti ini tidak terjadi lagi,”
tandasnya.
Posted by admin | Under pariwisata
12:15 PM 18 July 2009
Ni Komang Erviani , The Jakarta Post , Denpasar | Sat, 07/18/2009 2:27 PM | National
Tourism in Bali has been unaffected by Friday’s deadly suicide bombings on two luxury hotels in Jakarta, officials have said.
“The hotel occupancy rate remains at between 70 and 80 percent. There is yet to be a negative reaction,” head of the Bali Tourism Agency Ida Bagus Ngurah Wijaya told The Jakarta Post on Saturday.
Wijaya added the agency has yet to see any decline in visitors coming from Australia, even though the country has issued a travel warning following the blast, which are believed to have killed three Australians.
Wijaya said that tourism businesses were expecting the government would take firm action to prevent similar attacks in the future.
Posted by admin | Under hukum dan kriminal
1:16 AM 18 July 2009
Ni Komang Erviani
Paska ledakan yang diduga bom di dua hotel di Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton, Polda Bali langsung memperketat di seluruh Bali. “Kami nyatakan Bali siaga 1. Jadi status siaga 1 pilpres kami lanjutkan untuk mewaspadai teror bom paska ledakan di Jakarta,” tegas tegas Kapolda Bali Irjen Pol Teuku Ashikin Husein dalam jumpa pers di Mapolda Bali, Jl. WR Supratman Denpasar Jumat (17/7).
Ashikin menegaskan hingga kini belum ada indikasi serangan bom di Bali. “Bali masih aman, belum ada indikasi serangan bom ke Bali. Tetapi kita tetap harus waspada karena Bali tetap merupakan target utama teroris karena dampak pemberitaan bila terjadi ledakan bom di Bali akan jauh lebih besar,” tegasnya. Read the rest of this entry »
Posted by admin | Under hukum dan kriminal
1:13 AM 18 July 2009
Ni Komang Erviani
Peledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton
Jakarta pada Jumat (17/7) pagi, direspon Pemerintah Provinsi Bali
dengan rencana mempercepat realisasi sistem keamanan berstandar
internasional. Percepatan ini diharapkan dapat mengantisipasi terjadi
serangan bom yang sama di Bali. “Kalau bisa dipercepat, ya akan kita
percepat,” katanya Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada wartawan
di kantornya Jumat (17/7).
Sistem keamanan berstandar internasional rencananya akan diterapkan di
Bali dalam tahun 2009 ini. Salah satunya dengan memasang sedikitnya
1.000 unit CCTV (close circuit television) berupa membangun Bali
Crisis Center yang akan menjadi pusat koordinasi sistem penanganan
krisis di Bali, baik yang disebabkan karena bencana alam maupun
bencana buatan manusia, termasuk diantaranya terorisme. Read the rest of this entry »
Posted by admin | Under hukum dan kriminal
12:36 AM 18 July 2009
Ni Komang Erviani , The Jakarta Post , Denpasar | Fri, 07/17/2009 1:35 PM | National
Bali Police say they have increased security measures at entry points to the resort island following fatal explosions at two luxury hotel in Jakarta earlier on Friday.
Insp. Gen. T. Ashikin Husein, Bali Police chief, told a press conference his office has yet to find any indication of security threats and that the island was still secure.
Bali Police are increasing security measures in Gilimanuk, and Padangbai Seaports and Ngurah Rai Airport, as well as tourist areas in Kuta, Jimbaram, Seminyak, Sanur and Legian.
Two sequential explosions hit the Marriott and Ritz-Carlton Hotels in the Mega Kuningan business district in Jakarta, killing at least nine people and injuring at least 50 others.
Posted by admin | Under Lingkungan
12:27 AM 18 July 2009
Ni Komang Erviani, The Jakarta Post, Fri, 07/17/2009 1:47 PM | Bali
Environmental activists from ProFauna Indonesia rallied recently to call for the protection of endangered turtles being exploited in the illegal wildlife trade over the last few years.
The activists unfurled a 100-meter-long banner at the worldrenowned Kuta Beach, which read, “One from 1,000 will survive.”
“We invite the people of Kuta and tourists alike to care about this endangered species,” said ProFauna chairman Rosek Nursahid. Read the rest of this entry »
Komentar Pembaca