Bali Akan Percepat Realisasi Sistem Keamanan Berstandar Internasional
Ni Komang Erviani
Peledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton
Jakarta pada Jumat (17/7) pagi, direspon Pemerintah Provinsi Bali
dengan rencana mempercepat realisasi sistem keamanan berstandar
internasional. Percepatan ini diharapkan dapat mengantisipasi terjadi
serangan bom yang sama di Bali. “Kalau bisa dipercepat, ya akan kita
percepat,” katanya Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada wartawan
di kantornya Jumat (17/7).
Sistem keamanan berstandar internasional rencananya akan diterapkan di
Bali dalam tahun 2009 ini. Salah satunya dengan memasang sedikitnya
1.000 unit CCTV (close circuit television) berupa membangun Bali
Crisis Center yang akan menjadi pusat koordinasi sistem penanganan
krisis di Bali, baik yang disebabkan karena bencana alam maupun
bencana buatan manusia, termasuk diantaranya terorisme.
Pemerintah juga akan membangun unit-unit emergency service di 33 titik
di seluruh Bali. Titik-titik tersebut rencananya dibangun di
tempat-tempat keramaian seperti pasar, tempat wisata, maupun
polsek-polsek. Satu unit emergency service akan terdiri atas satu unit
mobil patroli, satu unit ambulance dan satu unit pemadam kebakaran
dengan 16 personil yang stand by selama 24 jam.
Untuk pengadaan peralatan keamanan yang mendukung sistem pengamanan
tersebut, Pemerintah Bali telah mengalokasikan dana sebesar Rp.21
miliar. “Ini untuk mewujudkan system pengamanan yang lebih kuat,”
tegas Pastika.
Namun sebelum Bali merealisasikan system keamanan berstandar
internasional, Pastika memastikan system pengamanan yang dibuat Polda
Bali sudah cukup mampu mengantisipasi serangan bom.
Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali tersebut mengharapkan masyarakat
Bali tidak terlalu panik merespon ledakan bom di Jakarta. “Kami tetap
harapkan masyarakat tidak panik berlebihan dengan ledakan bom ini.
Kalau kita panik, teroris akan makin senang,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pastika juga menyatakan sangat prihatin
dan mengutuk keras adanya aksi peledakan Jakarta. “Saya sangat
prihatin dan mengutuk keras aksi peledakan itu, dan menghimbau kepada
seluruh masyarakat Bali supaya meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.
Mengantisipasi serangan bom ke Bali, Pastika langsung menggelar rapat
koordinasi dengan sejumlah instansi terkait yakni Pangdan IX/Udayana,
Kapolda Bali, Kepala BIN Bali, Kepala Intelijen Kajati Bali, serta
utusan Korem 163/Wirasatya. Pastika juga mengatakan telah melayangkan
surat kepada walikota/bupati se-Bali agar lebih meningkatkan
kewaspadaan dan pengamanan di wilayah masing-masing
english
indonesian
0 comments
Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment