Sekadar Mengungkap Warna Warni Kehidupan Masyarakat Bali
Random header image... Refresh for more!

Bali Dinobatkan Sebagai The Best Island in The World

ANTISIPASI TERORISME - Seorang petugas kepolisian tengah memeriksa tas milik seorang wisatawan asal Australia yang tengah melintas dengan kendaraannya di kawasan wisata Sanur. Aparat kepolisian memperketat pengamanan kawasan wisata di Bali untuk mengantisipasi aksi terorisme. Di tengah ancaman teror, Bali menerima penghargaan sebagai The Best Island in The World 2009 dari Majalah Pariwisata Travel and Leisure

ANTISIPASI TERORISME - Seorang petugas kepolisian tengah memeriksa tas milik seorang wisatawan asal Australia yang tengah melintas dengan kendaraannya di kawasan wisata Sanur. Aparat kepolisian memperketat pengamanan kawasan wisata di Bali untuk mengantisipasi aksi terorisme. Di tengah ancaman teror, Bali menerima penghargaan sebagai The Best Island in The World 2009 dari Majalah Pariwisata Travel and Leisure (Ni Komang Erviani)

oleh: Ni Komang Erviani

Di tengah kekhawatiran terhadap dampak ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, stakeholder pariwisata Bali dikejutkan dengan penobatan Bali sebagai The Best Island in The World 2009 oleh Majalah Pariwisata Travel and Leisure. “Kami mendapat informasi ini tadi pagi. Tentu saja penobatan ini membuat bangga dan semakin optimis dengan perkembangan pariwisata Bali,” jelas Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Ngurah Wijaya ketika ditemui di kantornya Selasa (21/7).

Menurut Ngurah Wijaya, penobatan itu menjadi bukti bahwa Bali masih menjadi favorit wisatawan dari seluruh dunia. Penghargaan yang sama sempat diterima Bali pada tahun 2006 lalu dari majalah yang sama.

Bali mengalahkan sembilan daerah wisata lainnya yang jadi nominator, yakni Kepulauan Galapagos di Equador, Cape Breton Island di Canada, Kauai di Hawaii AS, Mount Desert Island di Amerika Serikat, Maui di Hawaii AS, Aeolian Island, Maldives, Big Island, dan Vancouver Island.

Dalam pengumuman penghargaan tersebut dalam websitenya www.travelandleisure.com, redaksi majalah Travel and Leisure menjelaskan bahwa pemberian penghargaan berdasarkab survey pembaca yang dilakukan dalam kurun waktu 15 Januari – 29 Maret 2009. Kriteria yang disurvei antara lain natural attractions, activities/sights, restaurants/food, people, value.

Dijelaskan Ngurah Wijaya, penghargaan tersebut pantas diterima Bali karena tingginya tingkat kunjungan wisatawan asing ke Bali paska terpuruk akibat ledakan bom Bali I pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005. “Sekarang di Bali sudah tidak ada lagi istilah low seasons dan peak seasons. Sepanjang tahun adalah peak seasons karena wisatawan yang datang ke Bali semakin variatif,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali selama 2009 (hingga Mei) sebanyak 827.044 orang. Wisatawan Australia menduduki rangking pertama dengan total kunjungan 137.092 orang wisatawan, menyalip kedudukan wisatawan Jepang yang kini berada di rangking kedua dengan jumlah kunjungan 131.970 orang wisatawan.

“Walaupun ada travel warning, wisatawan Australia tetap datang ke Bali. Jadi dengan ada travel warning lagi dari Australia paska bom Jakarta, wisatawan Australia akan tetap datang,” tambahnya.

Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel (Asita) Bali Aloysius Purwa juga menyatakan kebanggaannya atas penghargaan yang kembali diterima Bali. “Ini sebuah penghargaan yang harus kita jaga dengan selalu memperbaiki diri. Penghargaan ini tidak boleh membuat kita besar kepala, tetapi justru termotivasi untuk semakin baik lagi ke depannya,” tegas Purwa.

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment