Bali Rancang Layanan Kesehatan Gratis 2010
Posted by admin | Under kesehatan 1:59 PM 25 July 2009Oleh: Ni Komang Erviani

Suasana layanan kesehatan gratis di Dusun Pucang Desa Ban Kecamatan Karangasem pada akhir Juni lalu (Ni Komang Erviani).
Pemerintah Provinsi Bali tengah merancang sistem pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat di pulau dewata. Pelayanan gratis yang diberi nama Jaminan Kesehatan Bali Mandara itu akan diberikan untuk semua bidang pelayanan mulai dari pemeriksaan, pengobatan, operasi, rawat jalan, dan rawat inap di rumah sakit. “Pelayanan kesehatan gratis akan direalisasikan tahun 2010 mendatang. Kami akan menyiapkan anggaran sekitar antara Rp.250 miliar sampai Rp.300 miliar untuk program ini,” jelas Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar.
Alokasi anggaran untuk program pelayanan kesehatan gratis itu akan diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bali 2009. Untuk mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk layanan kesehatan gratis, kata Pastika, pihaknya akan melakukan efisiensi di berbagai pos anggaran. “Pastinya akan terjadi efisiensi di berbagai hal yang tidak perlu seperti mengurangi perjalanan dinas,” jelasnya.
Selain dari APBD Bali, alokasi dana juga diharapkan dari APBD kabupaten/kota di Bali. “Kami akan berkoordinasi dengan para bupati dan walikota. Tentu saja pemerintah kabupaten dan kota juga harus berkontribusi untuk program layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Jaminan Kesehatan Bali Mandara akan menyempurnakan program layanan kesehatan gratis yang telah dirintis sejak akhir tahun 2008. Bedanya, layanan kesehatan gratis yang saat ini dijalankan hanya sebatas layanan kesehatan dasar dan operasi katarak gratis ke desa-desa setiap satu bulan sekali. Dalam program ini, hanya sebanyak 500 desa miskin yang mampu dijangkau dengan total anggaran Rp.12 miliar.
“Tahun ini sudah ada pelayanan kesehatan gratis, operasi katarak, dan peningkatan pelayanan di puskesmas. Tahun depan akan ditambah dengan Jaminan Kesehatan Bali Mandara. Bentuk konkritnya, orang kalau sakit tinggal datang ke dokter atau rumah sakit yang ditunjuk, dapat pelayanan kesehatan, tidak perlu bayar. Tinggal bawa KTP dan kartu keluarga,” jelas Pastika.
Jaminan Kesehatan Bali Mandara akan diberikan kepada seluruh masyarakat Bali tanpa melihat tingkat ekonomi dan status sosial. Namun layanan ini hanya berlaku untuk masyarakat yang bersedia dirawat di rumah sakit rujukan dan diberi pelayanan di kamar kelas tiga. “Ini berlaku untuk semua masyarakat Bali, untuk semua jenis penyakit, tidak pandang bulu. Asalkan mau dirawat dengan pelayanan kelas tiga,” tegas mantan Kapolda Bali itu.
Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara, kata Pastika, dibuat karena rendahnya Indeks Pembangunan Manusia Bali. “Indeks pembangunan manusia Bali berada di urutan 16 dari 33 provinsi. Ini berarti kita masih dalam posisi tidak bagus. Secara realistis kita ingin perbaiki manusia Bali sehingga bisa mampu bersaing di tingkat lokal, nasional maupun global,” tegasnya.
Indeks pembangunan manusia ditentukan tiga hal pokok yakni pendidikan, kesehatan, dan kemampuan ekonomi. “Jadi selain peningkatan pendidikan, kami juga akan serius memperhatikan bidang kesehatan. Intinya, kita ingin menjamin biaya pelayanan kesehatan kepada seluruh rakyat Bali,” tambah Pastika.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nyoman Sutedja menambahkan, program layanan kesehatan gratis dalam tahun 2009 ini telah berjalan tanpa hambatan. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk mendapat layanan kesehatan,” jelasnya.
Hingga akhir semester 2009, sudah dilakukan sebanyak 2.500 kali kunjungan kelompok medis memberikan kesehatan gratis ke 300 desa di seluruh Bali. Sebagian besar keluhan kesehatan berupa sakit persendian dan katarak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali, angka kesakitan di Bali sebesar 35% dari total jumlah masyarakat Bali. Dari jumlah itu, sekitar 2-5% harus menjalani perawatan di rumah sakit. Data jumlah penduduk miskin di Bali saat ini sebesar 134.804 keluarga.
english
indonesian
Komentar Pembaca