Gubernur Janjikan Rp.10 M untuk Operasional Polisi
Posted by admin | Under hukum dan kriminal 2:48 PM 25 July 2009
Oleh: Ni Komang Erviani
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjanjikan bantuan dana senilai Rp.10 miliar untuk operasional Kepolisian Daerah Bali. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberi insentif kepada personil kepolisian yang melakukan patroli pengamanan.
“Nilainya bisa lebih dari Rp.10 miliar, kalau memang diperlukan. Ini sepenuhnya untuk membantu operasional polisi agar keamanan tetap terjaga,” tegas Pastika saat meninjau kesiapan sistem pengamanan di Mapolda Bali Kamis (23/7).
Mantan Kapolda Bali itu menjelaskan, dana tersebut diperlukan mengingat minimnya biaya operasional yang dimiliki Polda Bali. Untuk setiap patroli pengamanan dengan mobil patroli, hanya mendapatkan biaya operasional masing-masing Rp.10.000 per hari. “Dana operasionalnya sangat minim, tidak wajar, sehingga pengamanan juga jadi tidak optimal. Jadi bukan masalah dedikasi aparat, tetapi memang dana operasional yang diberikan terlalu kecil,” tambahnya.
Dana bantuan senilai Rp.10 miliar rencananya akan dialokasikan dari dana bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) dari wilayah Denpasar dan Badung, dua kabupaten yang mendapat penerimaan PHR terbanyak.
Sebelumnya, dana bagi hasil ini diserahkan langsung oleh kedua kabupaten ke kabupaten-kabupaten lainnya di Bali untuk pengembangan pariwisata. Namun sejak tahun 2009 ini, dana bagi hasil PHR dari kedua kabupaten dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi.
Berdasarkan hasil kesepakatan dengan pemerintah kabupaten kota se-Bali, dana bagi hasil tersebut akan dikelola oleh Pemerintah Provinsi untuk keamanan dan pengembangan pariwisata. Dana bagi hasil PHR yang terkumpul tahun 2009 ini diperkirakan mencapai Rp.18 miliar. “Jadi bisa diambil Rp.10 miliar ubtuk keamanan dan sisanya untuk berpromosi,” jelas Pastika.
Kapolda Bali Irjen Teuku Ashikin menyambut positif dukungan gubernur dan rencana pemberian bantuan operasional. “Tentu saja kami sangat berterimakasih bila memang ada alokasi dana untuk membantu operasional. Karena selama ini kami sangat kesulitan bekerja di tengah minimnya dana,” jelas Ashikin.
Namun Ashikin menegaskan pihaknya akan tetap bekerja secara maksimal, ada atau tidak dana bantuan tersebut. “Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga keamanan Bali,” tegasnya.
Selain melakukan patroli rutin, Polda Bali juga mengantisipasi pengamanan dengan terus mengawasi situasi melalui 27 CCTV yang telah terpasang di sejumlah wilayah di Denpasar dan Badung. Dalam waktu dekat, Polda Bali berencana memasang tambahan 75 CCTV di sejumlah tempat strategis lainnya.
Sementara itu, aparat kepolisian sejak Kamis (23/7) juga mulai melakukan penyebaran selebaran yang berisi foto Nurdin M Top, gembong teroris yang diduga terkait dengan sejumlah peledakan di Indonesia, termasuk peledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton Jakarta pada Jumat (17./7). Selebaran dibagi-bagikan di sejumlah pasar tradisional dan jalan-jalan umum di Denpasar.
“Kami harapkan masyarakat dapat mengenali wajah teroris, sehingga ketika melihat dapat segera melaporkan ke kantor polisi terdekat,” jelas Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gede Arianta saat memimpin penyebaran selebaran di Pasar Kesiman Kertalangu Denpasar.
Pihak kepolisian juga mulai menyebarkan surat yang meminta semua pihak memperketat pengamanan. Dalam surat yang dikirimkan ke hotel, restoran, swalayan, supermarket, villa, bungalow, perumahan, dan objek-objek vital tersebut, polisi memita semua pihak waspada pada kemungkinan terjadinya terror bom dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada aparat.
english
indonesian
Komentar Pembaca