Warna Warni Bali |

Sekadar Mengungkap Warna Warni Kehidupan Masyarakat Bali
RSS Feed

Bali Berdemokrasi di Balik Lensa

23:34 8 August 2009
english

"Bintang Tiga", foto karya Zul T Edoardo menunjukkan nelayan pendukung Jusuf Kalla-Wiranto di depan sebuah mobil Mercy yang dinaiki Jusuf Kalla saat berkunjung ke Pasar Ikan Kedonganan Badung. Dua kondisi ekstrem berbeda yang menunjukkan adanya realitas kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat kita saat ini.

"Bintang Tiga", foto karya Zul T Edoardo yang memperlihatkan nelayan pendukung Jusuf Kalla-Wiranto di depan sebuah mobil Mercy yang dinaiki Jusuf Kalla saat berkunjung ke Pasar Ikan Kedonganan Badung. Dua kondisi ekstrem berbeda yang menunjukkan adanya realitas kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat kita saat ini.

Oleh: Ni Komang Erviani

Pemungutan suara pemilu legislatif telah usai 8 April lalu. Begitu juga pemungutan suara Pemilu presiden dan wakil presiden telah berjalan lancar pada 9 Juli lalu. Namun nuansa pesta demokrasi justru baru terasa di ruang pamer Museum Bali di Jalan Mayor Wisnu Denpasar sejak Senin (3/8) hingga Minggu (9/8).

Sebanyak 55 karya foto terpajang apik di ruang pamer berukuran sekitar 18 x 8 meter persegi itu. Foto-foto yang ditampilkan beragam, tetapi tetap dengan satu tema yang sama yakni pesta demokrasi. Semuanya adalah karya dari 17 orang fotografer Bali yang tergabung dalam Komunitas Pewarta Foto Bali.

Para fotografer yang menampilkan karyanya merupakan profesional fotografer yang bekerja di Bali untuk berbagai media massa lokal, nasional, maupun media asing, baik bekerja tetap maupun sebagai fotografer lepas. Para fotografer yakni Firdia Lisnawati (Associated Press), I Gede Eka Adhiyasa (Harian Balipost), Made Nagi (European Photo Agency), Yudi Karnaedi (Harian Balipost), Lukman Siswo Bintoro (Freelancer), Iwan Darmawan (Harian Balipost), Yuda A. Riyanto (Harian Nusa Bali), Ade Marboen (Kantor Berita Antara), Miftahuddin Halim (Harian Radar Bali), Johannes P. Christo (Freelancer), Adrian Suwanto (Harian Radar Bali), Komang Sutrisna (Harian Denpost), Stanny Angga Pradipta (Freelancer), Komang Suryawan (Harian Denpost), Zul T. Edoardo (The Jakarta Post), Nyoman Budiana (Kantor Berita Antara), dan Eden Pratama (Harian Bali Express).

Foto-foto yang ditampilkan merupakan hasil jepretan para fotografer selama masa kampanye dan pemungutan suara Pemilu legislatif dan pemilu presiden lalu. Masing-masing fotografer menampilkan karya foto dengan gayanya masing-masing. Beberapa diantaranya seperti hendak mengkritik para elit politik yang kerap tidak peduli pada realitas di tingkat grassroot.

Fotografer Radar Bali Miftahuddin Halim misalnya, menampilkan foto seorang perempuan pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang tengah makan nasi jenggo. Nasi jenggo merupakan nasi berbungkus daun dengan porsi sangat kecil dan lauk yang jauh dari mewah. Dalam foto yang diberi titel “Teruskan” itu, Miftah seperti hendak menyampaikan betapa rakyat harus tetap bertahan hidup dalam “kesederhanaan” di tengah kemewahan hidup para elite politik.

“Ini maksudnya Lanjutkan penderitaan,” ujar kurator Joko Sugianto sembari tertawa, menyindir motto Lanjutkan! yang tertera dalam baju si obyek foto.

Anak-anak juga banyak menjadi objek jepretan para fotografer. Tak kurang Lukman S Bintoro, Adrian Suwanto, Stanny Angga Pradipta, Komang Suryawan, Yudi Karnaedi, Yuda A Riyanto, Eden Pratama, menampilkan betapa anak-anak selalu ada dalam setiap ajang kampanye meski aturan kampanye tegas melarang pelibatan anak-anak.

Sebagian jepretan lainnya memperlihatkan beragam cara simpatisan pendukung partao atau calon presiden dan wakil presiden dalam menunjukkan dukungannya. Seperti ditunjukkan Made Nagi dalam foto bertitel “Tangan-Tangan Rakyat” yang memperlihatkan ekspresi bersemangat para pendukung PDIP di Jembrana. Ada juga foto Zul T Edoardo yang memperlihatkan para pendukung partai demokrat rela berpanas-panasan di atas truk hanya untuk mengikuti kampanye terbuka di Lapangan Padang Galak.

Dalam foto lainnya bertitel “Bintang Tiga”, Zul T Edoardo juga menunjukkan foto nelayan pendukung Jusuf Kalla-Wiranto di depan sebuah mobil Mercy yang dinaiki Jusuf Kalla saat berkunjung ke Pasar Ikan Kedonganan Badung. Dua kondisi ekstrem berbeda yang menunjukkan adanya realitas kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat kita saat ini.

Geral gerik para calon presiden tim suksesnya di Bali pada masa kampanye, tentu saja, tidak luput dari mata kamera para fotografer. Beberapa diantaranya menunjukkan keusilannya. Seperti foto bertitel “Nyeker” yang ditampilkan Miftahuddin Halim. Dalam foto tersebut Miftah memotret momen saat calon presiden Megawati Soekarnoputri yang nyeker dengan sepasang sepatu di tangannya usai kehujanan dalam sebuah kampanye di Bangli.

Made Nagi juga berhasil menangkap momen ketika Capres Jusuf Kalla hendak memegang ikan yang ditunjukkan seorang nelayan di Kedonganan Badung. Dalam foto bertitel “Rame-rame ke Pasar” itu, sang nelayan tampak tertawa sumringah sementara Jusuf Kalla bersama istrinya dan rombongannya tampak geli melihat ikan tersebut. Satu diantara rombongan bahkan terlihat menutup hidungnya dengan kuat.

Beberapa foto lainnya memperlihatkan momen saat proses sosialisasi pemilu, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga dampak dari seluruh proses tersebut yakni tutupnya sejumlah pertokoan pada hari pemungutan suara. Firdia Lisnawati misalnya, memperlihatkan tangan seorang nenek tua yang telah keriput ketika hendak mencontreng kertas suara dalam foto bertitel “Gagap di Bilik Suara”. Johannes P. Christo menampilkan kaki kaki para pemilih di bilik suara dalam foto bertitel “Bebas Rahasia”.

Kurator pameran Joko Sugianto menegaskan para peserta pameran adalah fotografer profesional di bidangnya. “Pameran ini menyajikan foto-foto yang spontan, kuat, dan indah. Sejatinya spontanitas semu. Sebab kenyataannya jepretan-jepretan itu disusun dengan teliti. Setiap gambar dipikirkan dengan matang dan diatur secara tepat untuk menghasilkan keindahan momentum,” tegas pria yang telah puluhan tahun berpengalaman di bidang fotografi itu.

Seluruh foto yang dipamerkan, tambah Joko, sangat layak untuk mewakili aktivitas politik nasional yang terjadi di Bali. “Para jurnalis foto ini juga menunjukkan integritas dan jarak yang sama dengan semua kontestan pemilu,” tegasnya.

Yudi Karnaedi, salah satu fotografer yang sekaligus ketua panitia pameran menjelaskan pameran tersebut diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi para fotografer di Bali. “Ini sekadar ajang kumpul-kumpul fotografer di Bali saja,” ujar Yudi santai.

Pengambilan tema Pemilu, tambahnya, dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa penyelenggaraan pemilu di Bali telah berjalan aman dan jauh dari kesan anarkis.

Leave a Reply

Comment

Orange Art Free Wordpress Theme. Design: Diframe for Baikal.