Pemerintah Bali Memperluas Layanan Bus Sarbagita
Ni Komang Erviani, Denpasar
Operasional layanan transportasi publik bus Trans Sarbagita terus dikembangkan. Pada 2012 mendatang, sebanyak 10 unit bus berukuran sedang ditargetkan sudah bisa melayani koridor tengah kota Denpasar menuju kampus Universitas Udayana hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK). “Kami masih menunggu datangnya 10 unit bus bantuan dari Pemerintah Pusat. Kalau bus sudah tiba di Bali, segera kami operasikan koridor tengah kota itu,” jelas Made Santha, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (8/12).
Dijelaskan Santha, koridor tengah kota menuju GWK akan dilayani dengan bus full AC berukuran sedang dengan kapasitas hanya 25 tempat duduk dan 15 orang berdiri. “Karena ini jalurnya di tengah kota, maka kita gunakan bus yang berukuran lebih kecil dari sebelumnya,” jelas dia.
Sebelumnya, bus Trans Sarbagita yang sudah beroperasi sejak 18 Agustus 2011 lalu, hanya melayani koridor Terminal Batubulan – Nusa Dua dengan 15 unit bus berukuran besar, yakni 36 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri.
Tarif yang ditetapkan bagi pengguna bus Trans Sarbagita pada koridor tengah Kota ini tetap sama dengan sebelumnya, yakni Rp 3.500 per orang untuk umum dan Rp 2.500 per orang untuk pelajar dan mahasiswa. Jam operasionalnya pun sama dengan koridor Batubulan-Nusa Dua, yakni mulai pukul 05.00 wita hingga pukul 21.00 wita.
Santha berharap dengan beroperasinya koridor tengah kota, maka dapat menjadi alternatif transportasi public yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Selama ini banyak sekali masyarakat yang menunggu kapan koridor tengah kota beroperasi. Semoga saja operasional koridor ini mendapat respon positif dari masyarakat,” jelas Santha.
Ni Putu Ayu Erni, salah seorang warga Denpasar, mengaku sangat menanti kehadiran bus Trans Sarbagita di jalur tengah kota. “Wah, asyik kalau ada Trans Sarbagita di jalur tengah kota. Apalagi melayani jalur kampus Unud dan GWK. Jadi ke mana-mana nggak perlu repot naik mobil atau motor,” ujar pegawai Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang sudah beberapa bulan ini menjadi pelanggan tetap Trans Sarbagita jalur Batubulan-Nusa Dua.
Sejak dioperasikan perdana pada 18 Agustus lalu, bus Trans Sarbagita kini mulai mendapat respon positif dari masyarakat. Kepala Bidang Teknik Pengelola Trans Sarbagita, Krisbiyanto,menjelaskan setiap harinya bus Trans Sarbagita melayani rata-rata 1.400 orang. “Lebih dari separuhnya merupakan penumpang tetap yang hampir setiap hari menggunakan layanan kami, terutama untuk menuju tempat kerja,” jelas Krisbiyanto. Selain masyarakat local, kata Krisbiyanto, bus Trans Sarbagita juga cukup diminati wisatawan asing yang tengah berlibur di Bali.
Trans Sarbagita ke depannya ditargetkan beroperasi dengan 17 koridor yang menghubungkan 4 kabupaten yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Operasional bus Trans Sarbagita diharapkan dapat menjadi salah satu solusi masalah kemacetan lalu lintas yang semakin parah di Bali akibat banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Bali dalam lima tahun terakhir rata-rata mencapai 12,42% per tahun. Sedangkan pertambahan panjang jalan hanya 2,28% per tahun. Total jumlah kendaraan bermotor di Bali tahun 2009 tercatat 1,55 juta kendaraan, terdiri 71,81% sepeda motor, 19,39% mobil pribadi, 7,15% angkutan barang, dan hanya 0,88% angkutan umum. Bila ditotal, 91,2% kendaraan bermotor di Bali merupakan kendaraan pribadi.
Hasil survei Bank Dunia pada 2008 lalu merekomendasikan kepada Bali agar share angkutan umum mencapai 70% dari total pergerakan. Ironisnya, saat ini share angkutan umum hanya 0,88% dari total pergerakan. Kondisi ini sangat jauh dari ideal versi rekomendasi Bank Dunia.
9 December 2011 No Comments

english
indonesian