Sekadar Mengungkap Warna Warni Kehidupan Masyarakat Bali
Random header image... Refresh for more!

Category — hukum dan kriminal

Polda Bali Gagalkan Pengiriman 5.000 Ekstasi

Polda Bali Gagalkan Pengiriman 5.000 Ekstasi

Oleh: Ni Komang Erviani

Kepolisian Daerah (Polda) Bali berhasil menggagalkan pengiriman 5.000 butir ekstasi dari Jakarta ke Denpasar. “Dengan asumi harga pasarannya dua ratus ribu rupiah per butir, nilai totalnya kami perkirakan mencapai satu miliar rupiah,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Gde Sugianyar Dwiputra kepada wartawan di Markas Polda Bali pada Jumat (6/11).

Ekstasi berwarna krem tersebut dikirim dari Jakarta ke Bali melalui jasa pengiriman paket kilat TIKI pada tanggal 24 September lalu. Paket tersebut dikemas dalam beberapa kardus biscuit dan dimasukkan dalam kardus dengan beberapa bungkus biscuit. “Mungkin diisi biskuit di bagian paling atas untuk mengelabui petugas,” jelas Sugianyar.

Paket itu tiba di Bandara Ngurah Rai Bali pada 29 September 2009. Pada proses pengecekan menggunakan X-Ray, polisi mencurigai ada barang mencurigakan yang diduga ekstasi di dalam kardus. “Setelah kami cek di laboratrium, isinya ternyata memang benar ekstasi, Jumlahnya mencapai 5.000 butir,” tambah Kepala Bagian Analis Direktorat Narkoba Polda Bali Ajun Komisaris Besar Ni Made Asmiriwati.

Meski berhasil menggagalkan pengiriman tersebut, namun aparat tidak berhasil melacak pemilik paket ekstasi itu. Pasalnya, pelaku menggunakan nama dan alamat fiktif dalam proses pengirimannya. Dalam boks paket tertera pengirim bernama Rahmat yang beralamat di Jalan Pulau Asem III No. 56 Jakarta Timur. Sedangnya tujuan pengiriman kepada seseorang bernama Agung Antara yang beralamat di Jalan Nuri No. 24, Desa Dauh Peken, Tabanan Bali.

“Setelah kami lacak ke alamat pengirim ataupun tujuan pengiriman, ternyata tidak ada nama yang dimaksud. Kami menduga nama dan alamat yang digunakan palsu,” ujar Asmiriawati. Nomor telepon yang tercantum dalam paket juga diketahui palsu sehingga polisi kesulitan melakukan pelacakan.

“Hingga ini pelakunya belum berhasil kami tangkap. Kami menduga pelakunya sudah tahu kalau paketnya sudah ditangan polisi, karena sampai sekarang tidak ada yang melaporkan ke jasa pengiriman kalau paketnya belum terkirim,” tegas Asmiriawati.

9 November 2009   No Comments

Berbagai Kalangan Dukung KPK dari Bali

Oleh: Ni Komang Erviani

Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dari berbagai kalangan di Bali. Mulai dari mahasiswa, tokoh agama, seniman, aktivis lingkungan, aktivis pers, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Bali, hingga politikus.

Para mahasiswa menyampaikan dukungannya dengan menggelar aksi unjuk rasa di markas Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Selasa (3/11). Aksi unjukrasa dilakukan puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana dengan menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan seorang bertelanjang dada dengan tulisan KPK ditendang-tendang oleh seorang yang mewakili polisi.

Selain itu, para mahasiswa juga melepaskan tujuh ekor tikus kecil, tepat di depan gerbang Polda Bali. “Ini sebagai bentuk dukungan kami kepada KPK. Kriminalisasi KPK telah membuat para tikus-tikus koruptor bebas begitu saja,” tegas Presiden BEM Universitas Udayana, Agus Lenyot.

Dalam aksinya para mahasiswa juga membawa spanduk putih bertuliskan “Dukungan untuk KPK” yang berisi ratusan tanda ratusan mahasiswa Universitas Udayana. Dalam pernyataan sikapnya, BEM meminta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendukung secara penuh KPK untuk membongkar century sebagai agenda mendesak 100 hari pemerintah.

Di tempat terpisah, sejumlah tokoh agama, tokoh pers, seniman, politikus, aktivis lingkungan, dan lainnya sepakat membuat pernyataan sikap bersama untuk menyatakan keprihatinan terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Dalam pernyataan sikap yang dibuat di kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali itu, mereka menuntut pembebasan terhadap komisioner KPK non aktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Mereka juga menyatakan mendukung pembentukan tim independen untuk menangani kemelut dalam penetapan kedua tersangka, sepanjang untuk mengysut siapapun yang diduga menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan terkait masalah itu.

Pernyataan sikap tertulis itu selanjutnya akan disampaikan kepada beberapa instansi yakni Pimpinan DPD RI dari Provinsi Bali, DPRD Bali, DPRD Kabupaten/kota se-Bali, dan lembaga-lembaga terkait lainnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Ngurah Sudiana menegaskan KPK harus dijaga. “Dukungan kepada KPK ini tetap harus dijaga. Korupsi hanya akan menghancurkan negara,” tegasnya.

Seniman Wayan Dibia juga menyatakan dukungannya. Menurut dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar itu, perseteruan KPK dan Polri seperti menyaksikan pertunjukkan bondres (pertunjukkan lawak tradisional  Bali). “Kondisi ini mengkhawatirkan kita. seperti ada permainan-permainan terselubung,” tegas Dibia.

Pertemuan juga diikuti Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Made Titib, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Bali Wayan Sudirta, Ketua Bali Corruption Watch Putu Wirata Dwikora, dan pemimpin redaksi sejumlah media lokal di Bali.

4 November 2009   No Comments

Polda Bali Sebar Foto Pelaku Bom

Kepolisian Daerah Bali mulai Jumat (7/8) hari ini  menyebarkan selebaran berisi foto daftar pencarian orang (DPO) pelaku peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta pada Juli lalu, Ibrohim alias Boim. Selebaran tersebut akan dibagikan di tempat-tempat strategis seperti pasar tradisional, instansi pemerintah, dan tempat-tempat umum lainnya.

“Penyebaran selebaran itu diharapkan membantu aparat kepolisian dalam menemukan pelaku,” jelas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. I Gde Sugianyar. Kepada masyarakat yang menemukan orang dengan ciri-ciri mirip pelaku, diharapkan segera melapor ke nomor telepon siaga Polda Bali 0361-234409. (Ni Komang Erviani)

7 August 2009   1 Comment

Polda Bali Ganti Kepemimpinan

Oleh: Ni Komang Erviani

Kepolisian Daerah Bali berganti kepemimpinan dari Kapolda lama Irjen Pol Teuku. Ashikin Husein kepada Irjen Pol Sutisna. Paska pelantikan dan serah terima jabatan di Mabes Polri Jakarta pekan lalu, Senin (3/8) dilakukan acara pisah sambut dengan kapolda lama dan kapolda baru di Mapolda Bali.Acara pisah sambut dihadiri Wakil Gubernur Bali AA Puspa Yoga, Ketua DPRD Bali IB Wesnawa, Pangdam IX Udayana Mayor Jendral TNI Hotmangaradja Pandjaitan, dan sejumlah petinggi Polda Bali.

Dalam acara pisah sambut tersebut, Kapolda baru Sutisna berjanji akan berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga keamanan Bali, terutama dari ancaman terorisme. “Pulau Bali masih potensial menjadi ancaman terbesar kelompok teroris. Masalah keamanan Bali merupakan item yang sangat penting. Cacatnya item ini jelas akan berdampak luas tidak saja bagi Pulau Dewata, namun juga Indonesia,” tegas pria yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Kapolri. [Read more →]

3 August 2009   No Comments

Gubernur Janjikan Rp.10 M untuk Operasional Polisi

Oleh: Ni Komang Erviani

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjanjikan bantuan dana senilai Rp.10 miliar untuk operasional Kepolisian Daerah Bali. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberi insentif kepada personil kepolisian yang melakukan patroli pengamanan.

“Nilainya bisa lebih dari Rp.10 miliar, kalau memang diperlukan. Ini sepenuhnya untuk membantu operasional polisi agar keamanan tetap terjaga,” tegas Pastika saat meninjau kesiapan sistem pengamanan di Mapolda Bali Kamis (23/7). [Read more →]

25 July 2009   No Comments

Governor pledges Rp 10 billion for police

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post ,  Denpasar   |  Sat, 07/25/2009 1:49 PM  |  The Archipelago

Bali Governor Made Mangku Pastika has promised to provide the provincial police force with a supporting fund of Rp 10 billion.

The fund is intended to be used to provide cash incentives for officers assigned to carry out routine security patrols.

“If necessary we could allocate more than Rp 10 billion for the supporting fund. We hope this fund will help the police with its operation of maintaining security on the island,” he said on the sidelines of his visit to the Bali Police headquarters on Thursday. [Read more →]

25 July 2009   No Comments

Pengamanan Swakarsa Dikerahkan Jaga Kawasan Wisata


Ni Komang Erviani

Paska serangan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta pada
Jumat (17/7) pagi, pengamanan kawasan-kawasan wisata di Bali
diperketat dengan melibatkan kelompok pengamanan swakarsa yang ada di
tingkat desa adat atau biasa disebut pecalang. “Kami akan memobilisir
seluruh kekuatan pengamanan swakarsa di wilayah Kabupaten Badung dan
Kota Denpasar untuk mengantisipasi adanya serangan teror ke wilayah
ini,” tegas Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Denpasar AKBP I
Gede Alit Widana usai rapat koordinasi pengamanan di Mapoltabes
Denpasar Sabtu (18/7).

Pelibatan kelompok pengamanan swakarsa dilakukan untuk mengantisipasi
ancaman teror. “Denpasar dan Badung termasuk kota internasional yang
banyak dihuni wisatawan asung.  Kelompok pengamanan swakarsa akan
membantu pengamanan kawasan-kawasan strategis seperti restoran, hotel,
perkantoran, dan lingkungan tempat tinggal,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi yang digelar secara mendadak itu, hadir Bupati
Badung Anak Agung Gde Agung, jajaran muspida Badung dan Denpasar,
serta para camat seBadung dan Denpasar.

18 July 2009   No Comments

Local communities to secure tourist areas

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post ,  Denpasar, Bali   |  Sat, 07/18/2009 2:27 PM  |  National

In the wake of the hotel bombings in Jakarta on Friday, Denpasar police will ask local communities to help secure tourist areas across the Bali capital city and its neighboring regions.

“We will mobilize civilian forces in Badung and Denpasar to help us anticipate possible terror attacks on the city,” Denpasar police chief Adj. Sr. Comr. I Gede Alit Widana said after a meeting at the Bali police headquarters on Saturday.

Widana said the civilian guards, better known as pecalang, would help the police secure strategic locations such as restaurants, hotels, office buildings and housing complexes.

“Badung and Denpasar are considered international cities, due to the presence of tourists from all over the world there,” Widana said.

Badung is home to Kuta, the island’s most prominent tourist resort, which came under terror attacks twice in 2002 and 2005.

18 July 2009   No Comments

Dozens of CCTVs to help secure Kuta

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post ,  Denpasar, Bali   |  Sat, 07/18/2009 2:50 PM  |  National

Badung regency administration has planned to install 35 CCTVs across Kuta tourist resort in the face of possible terror attacks.

Regent Anak Agung Gde Agung said Saturday the initiative came from the National Police in response to twin hotel bombings in Jakarta on Friday, which killed at least eight people and injured over 50 others.

“We will immediately install the CCTVs,” Agung said after a meeting at the Denpasar police office.

CCTV will also be installed in 23 spots across South Kuta and three across North Kuta, the regent said.

“Security measures have been in place so far, but we will step them up following the Jakarta bombings,” he said.

Bomb attacks ripped through Kuta in 2002 and 2005, killing over 200 people, mostly foreign tourists.

18 July 2009   No Comments

Bali Perketat Pengamanan

Ni Komang Erviani

Paska ledakan yang diduga bom di dua hotel di Jakarta, JW Marriot dan Ritz Carlton, Polda Bali langsung memperketat di seluruh Bali. “Kami nyatakan Bali siaga 1. Jadi status siaga 1 pilpres kami lanjutkan untuk mewaspadai teror bom paska ledakan di Jakarta,” tegas tegas Kapolda Bali Irjen Pol Teuku Ashikin Husein dalam jumpa pers di Mapolda Bali, Jl. WR Supratman Denpasar Jumat (17/7).

Ashikin menegaskan hingga kini belum ada indikasi serangan bom di Bali. “Bali masih aman, belum ada indikasi serangan bom ke Bali. Tetapi kita tetap harus waspada karena Bali tetap merupakan target utama teroris karena dampak pemberitaan bila terjadi ledakan bom di Bali akan jauh lebih besar,” tegasnya. [Read more →]

18 July 2009   No Comments