Warna Warni Bali |

Sekadar Mengungkap Warna Warni Kehidupan Masyarakat Bali
RSS Feed

Pemerintah Bali Memperluas Layanan Bus Sarbagita

11:21 9 December 2011
english

photo by: Ni Komang Erviani

photo by: Ni Komang Erviani

Ni Komang Erviani, Denpasar

Operasional layanan transportasi publik bus Trans Sarbagita terus dikembangkan. Pada 2012 mendatang, sebanyak 10 unit bus berukuran sedang ditargetkan sudah bisa melayani koridor tengah kota Denpasar menuju kampus Universitas Udayana hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK). “Kami masih menunggu datangnya 10 unit bus bantuan dari Pemerintah Pusat. Kalau bus sudah tiba di Bali, segera kami operasikan koridor tengah kota itu,” jelas Made Santha, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (8/12).

Dijelaskan Santha, koridor tengah kota menuju GWK akan dilayani dengan bus full AC berukuran sedang dengan kapasitas hanya 25 tempat duduk dan 15 orang berdiri. “Karena ini jalurnya di tengah kota, maka kita gunakan bus yang berukuran lebih kecil dari sebelumnya,” jelas dia.

Sebelumnya, bus Trans Sarbagita yang sudah beroperasi sejak 18 Agustus 2011 lalu, hanya melayani koridor Terminal Batubulan – Nusa Dua dengan 15 unit bus berukuran besar, yakni 36 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri.

Tarif yang ditetapkan bagi pengguna bus Trans Sarbagita pada koridor tengah Kota ini tetap sama dengan sebelumnya, yakni Rp 3.500 per orang untuk umum dan Rp 2.500 per orang untuk pelajar dan mahasiswa. Jam operasionalnya pun sama dengan koridor Batubulan-Nusa Dua, yakni mulai pukul 05.00 wita hingga pukul 21.00 wita.

Santha berharap dengan beroperasinya koridor tengah kota, maka dapat menjadi alternatif transportasi public yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Selama ini banyak sekali masyarakat yang menunggu kapan koridor tengah kota beroperasi. Semoga saja operasional koridor ini mendapat respon positif dari masyarakat,” jelas Santha.

Ni Putu Ayu Erni, salah seorang warga Denpasar, mengaku sangat menanti kehadiran bus Trans Sarbagita di jalur tengah kota. “Wah, asyik kalau ada Trans Sarbagita di jalur tengah kota. Apalagi melayani jalur kampus Unud dan GWK. Jadi ke mana-mana nggak perlu repot naik mobil atau motor,” ujar pegawai Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang sudah beberapa bulan ini menjadi pelanggan tetap Trans Sarbagita jalur Batubulan-Nusa Dua.

Sejak dioperasikan perdana pada 18 Agustus lalu, bus Trans Sarbagita kini mulai mendapat respon positif dari masyarakat. Kepala Bidang Teknik Pengelola Trans Sarbagita, Krisbiyanto,menjelaskan setiap harinya bus Trans Sarbagita melayani rata-rata 1.400 orang. “Lebih dari separuhnya merupakan penumpang tetap yang hampir setiap hari menggunakan layanan kami, terutama untuk menuju tempat kerja,” jelas Krisbiyanto. Selain masyarakat local, kata Krisbiyanto, bus Trans Sarbagita juga cukup diminati wisatawan asing yang tengah berlibur di Bali.

Trans Sarbagita ke depannya ditargetkan beroperasi dengan 17 koridor yang menghubungkan 4 kabupaten yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Operasional bus Trans Sarbagita diharapkan dapat menjadi salah satu solusi masalah kemacetan lalu lintas yang semakin parah di Bali akibat banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Bali dalam lima tahun terakhir rata-rata mencapai 12,42% per tahun. Sedangkan pertambahan panjang jalan hanya 2,28% per tahun. Total jumlah kendaraan bermotor di Bali tahun 2009 tercatat 1,55 juta kendaraan, terdiri 71,81% sepeda motor, 19,39% mobil pribadi, 7,15% angkutan barang, dan hanya 0,88% angkutan umum. Bila ditotal, 91,2% kendaraan bermotor di Bali merupakan kendaraan pribadi.

Hasil survei Bank Dunia pada 2008 lalu merekomendasikan kepada Bali agar share angkutan umum mencapai 70% dari total pergerakan. Ironisnya, saat ini share angkutan umum hanya 0,88% dari total pergerakan. Kondisi ini sangat jauh dari ideal versi rekomendasi Bank Dunia.


Industri Pariwisata Diminta Tak Gunakan Simbol Agama

5:45 12 May 2011
english

Oleh: Ni Komang Erviani

Para pelaku pariwisata diimbau untuk tidak lagi menggunakan simbol-simbol keagamaan maupun benda-benda yang disakralkan hanya semata untuk daya tarik wisata. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Bali
saat ini tengah merancang peraturan daerah tentang kepariwisataan budaya Bali yang salah satunya mengatur penggunaan simbol-simbol keagamaan. Dalam rancangan perda tersebut, setiap orang yang
menggunakan simbol-simbol keagamaan maupun benda-benda yang disakralkan hanya semata untuk daya tarik wisata akan diancam penjara.

Lama hukuman penjara yang bisa dikenakan terhadap pelanggaran Perda tersebut mencapai maksimal 6 bulan. Ancaman hukuman lain adalah denda dengan nilai maksimal Rp 50 juta. Selain itu, Perda juga mengatur larangan memanfaatkan upacara keagamaan semata untuk kepentingan
pariwisata.

Read the rest of this entry »


MICE upbeat business will prosper, despite bombs

16:12 29 July 2009

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post |  Wed, 07/29/2009 1:00 PM  |  Bali

The Jakarta hotel bombings will not cripple Bali’s all-important tourism industry, say event organizers on the resort island.

Society of Indonesia Professional Convention Organizers chairman Putu Juarez R. Putra said Tuesday the industry’s optimism was based on the fact the island will still host several major international events this year.

“Organizers of international conferences that will be attended by large numbers of delegates are still looking at Bali as the host venue,” he said. Read the rest of this entry »


Bali Dinobatkan Sebagai The Best Island in The World

10:57 22 July 2009

ANTISIPASI TERORISME - Seorang petugas kepolisian tengah memeriksa tas milik seorang wisatawan asal Australia yang tengah melintas dengan kendaraannya di kawasan wisata Sanur. Aparat kepolisian memperketat pengamanan kawasan wisata di Bali untuk mengantisipasi aksi terorisme. Di tengah ancaman teror, Bali menerima penghargaan sebagai The Best Island in The World 2009 dari Majalah Pariwisata Travel and Leisure

ANTISIPASI TERORISME - Seorang petugas kepolisian tengah memeriksa tas milik seorang wisatawan asal Australia yang tengah melintas dengan kendaraannya di kawasan wisata Sanur. Aparat kepolisian memperketat pengamanan kawasan wisata di Bali untuk mengantisipasi aksi terorisme. Di tengah ancaman teror, Bali menerima penghargaan sebagai The Best Island in The World 2009 dari Majalah Pariwisata Travel and Leisure (Ni Komang Erviani)

oleh: Ni Komang Erviani

Di tengah kekhawatiran terhadap dampak ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta, stakeholder pariwisata Bali dikejutkan dengan penobatan Bali sebagai The Best Island in The World 2009 oleh Majalah Pariwisata Travel and Leisure. “Kami mendapat informasi ini tadi pagi. Tentu saja penobatan ini membuat bangga dan semakin optimis dengan perkembangan pariwisata Bali,” jelas Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Ngurah Wijaya ketika ditemui di kantornya Selasa (21/7). Read the rest of this entry »


Antisipasi Bom, Kuta Akan Dipasangi Puluhan CCTV

13:23 18 July 2009


Ni Komang Erviani

Guna mengantisipasi serangan bom seperti yang terjadi di Jakarta Jumat
(17/7), Pemerintah Kabupaten Badung berencana memasang puluhan CCTV
(closed circuit television) di kawasan wisata Kuta. “Kami akan segera
memasang sebanyak 35 CCTV di kawasan Kuta. Proses pemasangannya
dimotori oleh Mabes Polri,” jelas Bupati Badung Anak Agung Gde Agung
usai menghikuti Rapat Koordinasi Pengamanan di Mapoltabes Denpasar
Sabtu (18/7).

Selain kawasan wisata Kuta, pemasangan CCTV juga akan dilakukan di
kawasan Kuta Selatan sebanyak 23 unit dan Kuta Utara sebanyak 3 unit.
“Langkah pengamanan sudah kami lakukan secara berkesinambungan. Tapi
pengamanannya tentu akan kami tingkatkan dengan peristiwa bom di
Jakarta,” tegasnya pria berkumis itu.


Okupansi Hotel di Bali Tetap Tinggi

12:27 18 July 2009


Ni Komang Erviani

Peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta pada Jumat
(17/7) belum berpengaruh pada tingkat hunian hotel di Bali. Hingga
Sabtu (18/7), tingkat hunian hotel masih tetap tinggi. “Tingkat hunian
hotel masih berada di kisaran 70-80 persen. Belum ada cancellation
seperti yang dikhawatirkan,” jelas Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus
Ngurah Wijaya ditemui di kantornya Sabtu (18/7).

Menurut Ngurah Wijaya, terror bom di Jakarta tidak membuat wisatawan
ketakutan berlibur di Bali. Travel warning dari Australia juga
dikatakan tidak mempengaruhi minat wisatawan asal negara kangguru itu
tetap ke Bali. “Sejak dulu Australia mengeluarkan travel warning ke
Indonesia. Tapi ternyata masyarakatnya tetap berwisata ke Bali,” jelas
pria pemilik usaha hotel di kawasan Sanur itu.

Ngurah Wijaya berharap pemerintah bertindak cepat agar tidak terjadi
lagi terror bom seperti yang terjadi di Jakarta. “Untuk pengamanan
kami serahkan sepenuhnya pada yang berwajib. Kami harap ada langkah
tegas agar aksi-aksi terorisme seperti ini tidak terjadi lagi,”
tandasnya.


Tourist numbers remain strong in Bali despite Jakarta bomb blasts

12:15 18 July 2009

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post ,  Denpasar   |  Sat, 07/18/2009 2:27 PM  |  National

Tourism in Bali has been unaffected by Friday’s deadly suicide bombings on two luxury hotels in Jakarta, officials have said.

“The hotel occupancy rate remains at between 70 and 80 percent. There is yet to be a negative reaction,”  head of the Bali Tourism Agency Ida Bagus Ngurah Wijaya told The Jakarta Post on Saturday.

Wijaya added the agency has yet to see any decline in visitors coming from Australia, even though the country has issued a travel warning following the blast, which are believed to have killed three Australians.

Wijaya said that tourism businesses were expecting the government would take firm action to prevent similar attacks in the future.


84 Wisatawan Terseret Arus Selama Liburan, Satu Meninggal

23:52 17 July 2009

Ni Komang Erviani

Sebanyak 84 wisatawan terseret arus di pantai-pantai bagian selatan Bali selama masa liburan sekolah lalu. Satu orang diantaranya meninggal dunia, yakni seorang wisatawan domestik asal Jawa pada 26 Juni di Pantai Oberoi. Demikian catatan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung selama masa libur pertengahan Juni sampai akhir pekan lalu.

Menurut Pengawas Staf Balawista Badung Ketut Sandi, kasus wisatawan terseret arus paling banyak terjadi di kawasan Pantai Kuta. Sisanya terjadi di kawasan Nusa Dua, Seminyak dan Legian. “Kejadian terseret arus paling banyak tentu saja di Pantai Kuta karena pengunjung Pantai Kuta paling banyak,” jelas Sandi. Read the rest of this entry »


85 tourists caught in rips during holidays

23:44 17 July 2009

The Jakarta Post, Fri, 07/17/2009 1:47 PM  |  Bali

DENPASAR: Over the recent school holidays, 84 visitors were caught in currents in the South Bali sea, one of them dying as a result.

The records of the Balawista, a Badung based team of life guards, stated that many of the victims swam off Oberoi, Kuta, Nusa Dua, Seminyak and Legian beaches.

Ketut Sandi from Balawista said many of the swimmers were stranded by the strong currents, but all but one, a domestic visitor who was drowned at Oberoi beach, could be saved. -JP


Promotion slogan `unpopular’ with tourists

2:38 3 February 2009

Ni Komang ErvianiThe Jakarta Post ,  Contributor   |  Tue, 02/03/2009 3:40 PM  |  Bali

The island’s tourism slogan, “Shanti Shanti Shanti”, is confusing to residents and tourists despite being introduced one-and-a-half years ago, a personal survey conducted by local writer Ande Putu Setiawan says.

The study, conducted for Putu’s new book, surveyed 300 respondents consisting equally of foreign and domestic tourists and local residents of Kuta, Badung. Read the rest of this entry »


Orange Art Free Wordpress Theme. Design: Diframe for Baikal.