Warna Warni Bali |

Sekadar Mengungkap Warna Warni Kehidupan Masyarakat Bali
RSS Feed

Pertumbuhan Penduduk Bali Capai Rekor Tertinggi

13:19 15 December 2011
english

Jumlah penduduk bali mengalami peningkatan pesat. Selain faktor kelahiran, banyaknya pendatang yang mengadu nasib di Bali memberi kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan jumlah penduduk. (photo by: Ni Komang Erviani)

. (photo by: Ni Komang Erviani)

Ni Komang Erviani, Denpasar

Laju pertumbuhan penduduk di Pulau Bali semakin tidak terkontrol. Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, laju pertumbuhan jumlah penduduk Bali dalam kurun tahun 2000 sampai 2010 mencapai 2,15 persen, yakni dari 3,15 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 3,89 juta jiwa pada 2010.

Peningkatan itu menjadi rekor tertinggi dalam kurun 50 tahun. Sebagai perbandingan, laju pertumbuhan jumlah penduduk dalam rentang 1961-1971 hanya 1,75%, rentang 1971-1980 1,69%, rentang 1980-1990 1,18%, dan dalam rentang 1990-2000 hanya 1,26 persen. Dalam 50 tahun tahun, jumlah penduduk Bali naik 118,5% dari hanya 1,78 juta jiwa pada 1961 menjadi 3,89 juta jiwa pada 2010.

“Dalam kurun tahun 2000 sampai 2010 ini, laju pertumbuhan penduduk tercatat paling tinggi. Sebaliknya, rentang tahun 1980-1990 merupakan periode di mana laju pertumbuhan penduduk tercatat paling rendah,” jelas Kepala BPS Bali, I Gde Suarsa, dalam acara sosialisasi data BPS di Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (13/12).

Suarsa mengakui, jumlah penduduk Bali relatif kecil jika dibandingkan jumlah penduduk di Provinsi lain di pulau Jawa, maupun NTB dan NTT. “Namun dari sisi laju pertumbuhan penduduk, Bali tercatat sebagai provinsi tertinggi kedua setelah Banten,” ujarnya. Laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Banten dalam kurun 2000-2010 tercatat 2,7%.

Dalam hal tingkat kepadatan, diakui bahwa Bali belum sepadat provinsi-provinsi di Pulau Jawa. “Namun Bali merupakan yang terpadat di Indonesia, di luar pulau Jawa. Kondisi ini tergambar dari kepadatan Provinsi Bali yang mencapai tiga kali lipat dari rata-rata nasional,” tambah Suarsa.

Dengan luas Pulau Bali yang seluas 5.636,66 km2, atau hanya 0,29% dari total luas Indonesia, tingkat kepadatan penduduk di Bali saat ini tercatat 673 jiwa per kilometer persegi. Padahal rata-rata tingkat kepadatan penduduk nasional hanya 124 jiwa per kilometer persegi.

Tingginya laju pertumbuhan penduduk Bali tidak hanya disebabkan oleh faktor kelahiran, tetapi juga karena banyaknya migrasi penduduk dari luar Bali. “Peningkatan penduduk besar dipengaruhi oleh arus migrasi masuk ke Bali. Pada tahun 2010, migran di Bali mencapai 10% dari total penduduk,” jelas Suarsa.

Sebagian besar migran, menyasar tujuan wilayah Bali selatan, yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Hal ini mengakibatkan terjadinya ketimpangan tingkat kepadatan penduduk di wilayah Bali.”Pertumbuhan yang menonjol terjadi di Denpasar dan Badung. Wilayah Badung, khususnya Kuta Selatan, Kuta, dan Kuta Utara,” tambah Suarsa.

DIsasarnya kawasan Denpasar dan Badung, diakui disebabkan karena banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia. Di wilayah Badung misalnya, banyak proyek-proyek pembangunan fisik yang tengah digarap, termasuk hotel dan restoran. “Semuanya memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak. Sehingga wajar-wajar saja itu terjadi. Karena di sana ada kue pembangunan yang cukup besar dan tentu dicari oleh warga lain u menghidupi kehidupan mereka,” ujar Suarsa.

Sedangkan untuk di wilayah Denpasar, tidak sedikit pula imigran yang mencari penghidupaa. “Selain untuk mencari penghidupan, banyak juga kepentingan bermukim di Denpasar seperti untuk kuliah dan lain-lain. Ini karena Denpasar merupakan pusat pemerintahan,” tegasnya.

Atas tingginya laju pertumbuhan penduduk Bali, Gubernur Bali Made Mangku Pastika beberapa kali menegaskan perlunya upaya peningkatan kualitas manusia Bali agar dapat bersaing dengan para migran. “Semakin banyak orang datang ke Bali, semuanya butuh pekerjaan, semuanya butuh tempat tinggal, semuanya butuh kendaraan. Jadi kita semua harus meningkatkan kualitas untuk bisa menghadapi persaingan,” tegas Pastika beberapa waktu lalu.

Ditegaskan, banyaknya pendatang ke Bali tidak dapat dicegah karena Bali merupakan bagian dari Indonesia. Dengan perkembangan ekonomi yang sangat pesat, menurutnya wajar jika banyak orang mencoba mencari penghidupan dari Bali.


Perkuat Diri Saat Pagerwesi

23:45 5 August 2009

Seorang ibu berjalan kaki bersama kedua anaknya sepulang dari pura usai sembahyang di Hari Raya Pagerwesi pada Rabu (5/8) di Desa Baha, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Di Hari Pagerwesi yang jatuh setiap 210 hari, umat Hindu diharapkan memperkuat diri dari berbagai pengaruh luar yang tidak baik. (Ni Komang Erviani)


7:02 1 August 2009

Festival and Conference about Culture of North Bali opened on Thursday at Buleleng Regency, Bali. The event will be held until next Monday. (Ni Komang Erviani)


Orange Art Free Wordpress Theme. Design: Diframe for Baikal.