Pengistirahatan kedua pembangkit listrik tersebut berhasil menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter, atau setara dengan Rp3 miliar. “Ini sangat membantu program penghematan listrik,” ujar General Manager PT PLN Wilayah Distribusi Bali Sudirman, di sela-sela acara serah terima jabatan dari pejabat lama Budiman Bachrulayat di Denpasar, Senin (10/3/2008).
Beban listrik Bali pada saat Nyepi juga mengalami penurunan hingga sekitar 40 persen dari hari biasanya. Beban listrik di Bali pada saat Nyepi hanya 248 megawatt, lebih kecil dari beban listrik normal yang rata-rata sebesar 440 megawatt.
Meski terjadi penghematan konsumsi listrik, namun total penghematan listrik pada Nyepi tahun ini lebih rendah dari penghematan pada Nyepi tahun 2007 lalu. PLN Bali mencatat penghematan listrik pada Nyepi tahun lalu mencapai 60 persen. Beban listrik pada Nyepi tahun lalu hanya sekira 195 megawatt.
Penghematan listrik pada Nyepi tahun ini juga tidak sesuai target PLN. Sebelumnya, PLN menargetkan penghematan listrik pada Nyepi tahun ini bisa meningkat hingga 70 persen dari total pemakaian rata-rata.
Mantan General Manager PLN Bali yang kini menjabat General Manager PLN Wilayah Distribusi Jawa Barat dan Banten, Budiman Bachrulayat, menduga turunnya penghematan listrik PLN pada Nyepi tahun ini disebabkan karena semakin tingginya aktivitas perhotelan.
Menurut Budiman, Nyepi tahun ini dimanfaatkan oleh banyak hotel untuk menawarkan paket Nyepi. “Kemungkinan besar ini terkait dengan semakin besarnya animo masyarakat dan wisatawan. untuk menginap di hotel pada saat Nyepi,” terang Budiman.
Hari Raya Nyepi diakui sebagai tradisi bagus untuk menghemat energi. Namun penghematan listrik diharapkan tidak hanya dilakukan pada saat Nyepi. Pasalnya. Kelistrikan Bali belum bisa andal hingga dua tahun ke depan. Baru pada 2010, dua buah pembangkit listrik di Bali Utara akan mulai beroperasi dan menghasilkan listrik sebanyak 360 megawatt (MW).
Saat ini, pasokan listrik Bali hanya 562 MW. Padahal beban puncak listrik di Bali rata-rata mencapai di atas 440 MW. Selain itu, sebanyak 299 MW pasokan listrik Bali masih disuplai dari Pulau Jawa lewat kabel laut. Sisanya sangat tergantung pada sejumlah pembangkit listrik di Bali. Diantaranya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron sebesar 80 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pesanggaran sebesar 152 MW, PLTG Gilimanuk 130 MW.(Ni Komang Erviani/Sindo/ism)
