KUTA – PT. Mobile-8 Telecom Tbk optimis akan meraih perolehan laba tahun 2008 ini naik 100% dibandingkan perolehan laba tahun 2007. Berbagai strategi akan dilakukan untuk meraih target tersebut.
Mobile-8 menargetkan perolehan laba usaha tahun 2008 ini mencapai Rp 335 miliar, atau naik 100% dibandingkan laba usaha tahun 2007 sebesar Rp 167,5 miliar. Operator telekomunikasi dengan brand produk Fren tersebut juga optimis mencapai tambahan jumlah pelanggan baru sebanyak 3 juta pelanggan.
Head of National Sales Operation Mobile-8 Dedi Irawan menjelaskan, jumlah pelanggan Fren saat ini sudah mencapai 3,01 juta pelanggan. “Tahun ini kita targetkan jumlah pelanggan kita double, sekitar 6,02 juta pelanggan,” ujarnya saat acara Mobile-8 Media Gathering di Kuta, Bali, kemarin.
Menurut Dedi, target kenaikan laba dan jumlah pelanggan akan dicapai dengan berbagai strategi. Salah satunya dengan rencana ekspansi ke sejumlah daerah di Indonesia, yakni Batam, Manado, Lampung, Pekan Baru, Padang, Bukit Tinggi, Jambi, dan Balikpapan.
Sebelumnya, pada tahun 2007, Mobile-8 sudah melakukan ekspansi ke lima daerah di Indonesia, terdiri dari Medan, Makassar, Denpasar, Palembang dan Banjarmasin. Berkat ekspansi tersebut, Mobile-8 berhasil meningkatkan jumlah pelanggan pada 2007 sebesar 65% dibandingkan tahun 2006, yakni menjadi 3,01 juta pelanggan.
Berkat ekspansi ke daerah tersebut, laba usaha Mobile-8 selama 2007 juga melonjak 475,1% dibandingkan tahun 2006, menjadi sebesar Rp 167,5 miliar. “Dampak dari ekspansi ke daerah terbukti sangat bagus. Jadi kami yakin ekspansi yang kami lakukan tahun ini dapat sukses seperti tahun lalu,” tambah Dedi.
Strategi lain yang juga ditempuh untuk mencapai target laba adalah dengan memperluas jaringan melalui penambahan BTS. Sampai saat ini, Mobile-8 memiliki lebih dari 1.000 BTS di seluruh Indonesia. Dalam tahun 2008 ini, jumlah BTS ditargetkan bisa bertambah dua kali lipatnya, hingga menjadi 1.000 unit BTS.
Untuk di wilayah Bali yang baru digarap sejak September 2007 lalu, Mobile-8 kini sudah memiliki 100.000 pelanggan. Jaringan yang dibangun juga sudah mencakup seluruh kabupaten/kota di Bali, dengan total 70 BTS. “Tahun ini kita targetkan ada lebih dari 100 BTS di Bali. Karena Bali merupakan pasar internasional yang sangat penting digarap serius,” Dedi menegaskan.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Communication Manager Mobile-8 Mita Sampaguita Lamiran menjelaskan penetapan tariff termurah dan tidak mempersulit pelanggan menjadi strategi utama Mobile-8 untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Diakui, sejumlah operator telekomunikasi lain kini mengklaim sebagai operator dengan tariff termurah. Namun konsumen menurutnya harus jeli berhitung tentang syarat dan ketentuan yang diberlakukan. “Kami harap, masyarakat jeli berhitung sebelum memilih,” ujarnya. [ni komang erviani]
